Jika Si Kecil Tidak Mau Sekolah
Jakarta, Orang tua akan merasa stres jika mendengar anaknya benci ke sekolah dan tidak mau sekolah lagi. Cara untuk membujuknya adalah bukan dengan memarahi atau membentaknya, melainkan cari tahu apa penyebabnya dan ajaklah si kecil bicara secara baik-baik.

Mungkin hampir sebagian besar anak pernah merasakan benci untuk datang ke sekolah, namun biasanya perasaan tersebut tidak berlangsung lama. Sekolah adalah salah satu tempat dimana seseorang bisa mendapatkan pendidikan, teman dan mengembangkan kemampuan untuk bersosialisai dengan sesama.

Anak yang tidak mau sekolah bisa saja karena anak merasa takut atau stres untuk datang ke sekolah, hal ini akan berefek ke tubuh si anak. Anak yang stres tentang sekolahnya akan memicu timbulnya sakit kepala atau sakit pada bagian pencernaannya.

Memiliki masalah dengan waktu tidurnya juga merupakan salah satu tanda dari stres. Jika anak tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur, maka anak akan suka marah-marah dan menjadi cepat lelah sepanjang hari. Perasaan tersebut bisa membuat anak merasa tidak betah atau memperburuk keadannya di sekolah.

Selain stres ada banyak penyebab mengapa anak tidak mau sekolah, bisa saja karena adanya kekerasan dalam sekolah, tidak suka dengan salah satu temannya, bermasalah dengan guru, merasa berbeda dengan anak-anak yang lain dan mungkin hanya mempunyai teman yang sedikit. Kadang penyebab lainnya adalah berhubungan dengan tugas sekolah, yang terlalu mudah sehingga merasa bosan atau bahkan terlalu susah yang membuat anak merasa tidak lebih pintar dibandingkan dengan teman-temannya.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat anak semangat kembali ke sekolah, seperti dikutip dari Kidshealth, Kamis (27/8/2009):
1. Ajaklah anak bicara secara baik-baik tentang masalah yang dihadapi di sekolahnya. Anak bisa berbicara dengan orang tua, teman atau guru yang dipercaya sehingga bisa membuatnya merasa lebih baik.
2. Biasakan anak untuk selalu menulis apapun yang terjadi atau perasaannya dalam sebuah diari. Hal ini bagus bagi anak yang tidak ingin berbagi dengan siapapun, karena bisa membantu mengeluarkan segala emosi yang dipendamnya.
3. Jika bermasalah dengan pelajaran di sekolah, mintalah bantuan guru di sekolah atau guru privat untuk memberinya tambahan pelajaran. Jangan biarkan hal ini berlangsung terlalu lama, karena lebih mudah untuk mengejar ketinggalan satu bab pelajaran dibandingkan dengan satu buku pelajaran.
4. Biasakan mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan sang anak untuk ke sekolah sejak malam harinya, sehingga saat pagi hari anak tidak merasa stres atau terburu-buru yang membuatnya malas untuk pergi ke sekolah.
5. Ajaklah anak untuk menulis apa yang tidak disukai di sekolah dan apa yang dsukai di sekolah (meskipun mungkin hanya saat istirahat saja). Lalu cari solusi bersama-sama untuk mengatasi hal-hal yang tidak disukai anak di sekolah.

Memang tidak mudah untuk mengubah semua yang tidak disukai anak di sekolah secara langsung. Tapi dengan mengetahui apa penyebab anak tidak mau sekolah, orang tua bisa memperkirakan bagaimana jalan keluar yang terbaik untuk sang anak sehingga mau kembali lagi ke sekolah.

Untuk itu, cari tahulah apa penyebabnya dan jangan pernah memarahi atau membentak sang anak. Karena hal ini akan membuat anak merasa semakin tidak nyaman dan tidak mau menceritakan masalah yang sedang dihadapinya.

Wisuda Angkatan I TK ECM

Tidak terasa sudah tiba saatnya TK Educate Center Mas melepaskan cendekiawan-cendekiawan ciliknya ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi, sebab dengan berakhirnya tahun ajaran 2008-2009 maka berakhir pula masa pendidikan murid-murid di kelas TK-B (K-3) untuk melanjutkan pendidikan mereka di Sekolah Dasar.

Untuk melepas ‘keberangkatan’ para ‘calon alumnus’ ini, maka pada tanggal 13 Juni 2009 bertempat di Hall terbuka Lt. Dasar Mega Mall Batam Center, TK Educate Center Mas mengadakan acara pelepasan murid-murid kelas TK-B, yang bertema: “TK Educate Center Mas Mencetak Generasi Emas dan Berprestasi”.

Pada acara ini, digelar hiburan yang dibawakan oleh seluruh murid TK ECM, mulai dari PG hingga TK-B. Berkat bimbingan para teacher di TK ECM, bocah-bocah yang lugu dan lincah dapat membawakan berbagai tarian, nyanyian, berpuisi, bermain drama, bahkan fashion show. Menyaksikan mereka dengan berbagai gaya, semangat, dan kelincahannya menimbulkan kelucuan dan kebanggaan tersendiri, serta kekaguman atas kesabaran para teacher yg mengajari mereka.

Piala penghargaan prestasi
Menjelang berakhirnya rangkaian acara pelepasan murid TK ECM, diumumkanlah nama-nama  murid yang mempunyai prestasi akademis di tingkatnya masing-masing, yaitu dari TK A (the best 5), dan TK B (the best 10), untuk naik ke atas panggung dan menerima simbol prestasi mereka berupa piala. Selain murid-murid yg berprestasi akademis, diumumkan pula prestasi-prestasi dari berbagai kategori attitude (tingkah laku) yg terpuji, seperti : rajin, ramah, suka berteman, penurut pada guru, dsb, sehingga bisa dikatakan semua murid mendapatkan penghargaan piala utk prestasi tingkah laku terpuji ini karena memang anak-anak dapat diibaratkan berupa lembaran kertas putih bersih yg seharusnya ditulis dengan tinta emas berupa catatan tingkah laku terpujinya masing-masing.

Acara selanjutnya adalah inti dari rangkaian acara pelepasan murid TK ECM, yaitu wisuda para cendekiawan cilik lulusan TK ECM. Semua murid TK B yg diwisuda – lengkap dengan baju dan topi toga mereka – berbaris di atas panggung untuk bersama-sama mengikuti prosesi wisuda. Prosesi wisuda dilakukan oleh Bp. M. Suut selaku pemilik yayasan, dengan menyalami memberikan selamat, sertifikat, dan memindahkan tali topi toga dari kiri ke kanan. Setelah acara prosesi selesai, maka resmilah murid-murid ini lulus pendidikan di TK ECM dan bisa melanjutkan ke tingkat sekolah yg lebih tinggi (SD). Kemudian seluruh murid yang diwisuda menyanyikan lagu “Guru sang pelita” * (mohon maaf jika judul kurang/tidak tepat)

Rangkaian acara ditutup dengan menyanyikan lagu “Kemesraan” bersama-sama oleh para teacher, murid-murid yang diwisuda, team Komite Sekolah, pengurus yayasan, dan panitia, di atas panggung. Acara penutup yang cukup mengharukan ini menunjukkan bahwa meskipun murid-murid TK B sudah saatnya “meninggalkan” almamaternya sekolah ECM, ikatan batin yg telah terjalin selama 2-3 tahun dengan para teacher tdk dapat diputuskan begitu saja.

“Selamat jalan para cendekiawan cilik calon penerus bangsa, semoga kalian  selalu mendapatkan pendidikan yang terbaik untuk masa depan kalian.
Terima kasih para teacher, engkaulah pahlawan sejati tanpa tanda jasa”

* Kita jadi pintar menulis dan membaca, karena siapa
Kita jadi tahu beraneka bidang ilmu, dari siapa
Kita bisa pintar, dibimbing pak guru
Kita bisa pandai, dibimbing bu guru
Gurulah pelita, penerang dalam gulita
Jasamu tiada tara…………

(foto-foto acara pelepasan dapat dilihat di Galeri)

Cerita atau bacaan yang dibaca oleh anak saat ini akan memengaruhi karakternya 25 tahun kemudian.

Cerita atau bacaan yang dibaca oleh anak saat ini akan memengaruhi karakternya 25 tahun kemudian.

Cerita atau bacaan yang dibaca oleh anak kita saat ini akan memengaruhi karakternya 25 tahun kemudian, apakah si anak itu cerdik, jujur, licik, serta berbagai karakter lain yang baik atau buruk dalam dirinya.

Untuk itulah, orang tua perlu pandai-pandai dan bijaksana memilihkan bacaan untuk anaknya. Demikian teori David McClelland tersebut dilontarkan oleh Renny Yaniar, Pemimpin Redaksi Majalah Anak Mombi, dalam diskusi ‘Cerita Rakyat Memperkaya Dunia Dongeng Anak’, Sabtu (21/6), di Jakarta.

Renny menambahkan, untuk teorinya itu McClelland mengambil sampel Inggris dan Spanyol, dua negara raksasa di awal abad ke-16. Dalam perkembangan selanjutnya, ujar Renny, Inggris terus menjadi negara maju, sebaliknya Spanyol malah mengalami kemunduran.

“Mengapa bisa begitu ternyata McClelland, psikolog asal Universitas Harvard, itu mendasari penyebabnya bahwa persoalan karakter anak-anak sebagai generasi penerus bangsanya adalah berlatar dari apa yang mereka baca,” ujar Renny.

Menurut McClelland, lanjut Renny, cerita dan dongeng-dongeng yang berkembang di Inggris pada masa-masa itu mengandung nilai-nilai optimisme yang tinggi (need for achievement), keberanian untuk mengubah nasib, serta sikap tidak gampang menyerah.

“Dongeng-dongeng itu ternyata telah menjadi virus yang mampu membuat anak-anak sebagai penikmatnya dipengaruhi sindroma ingin terus maju dan terus berprestasi tanpa kenal menyerah,” ujar Renny. “Sebaliknya, umumnya dongeng di Spanyol kebanyakan mengandung nilai-nilai komedi berunsur kecerdikan yang licik dan penuh tipu daya, seperti kisah si Kancil,” tambahnya.

Untuk itulah, Renny mengisyarakatkan perlunya orang tua zaman sekarang memilih bacaan yang baik untuk putra-putrinya, khususnya yang masih berusia dini. Cerita Rakyat, lanjut Renny, merupakan satu dari sekian banyak bacaan yang perlu menjadi pilihan bagi orang tua.

“Cerita rakyat itu imajinatif sehingga sangat baik untuk mengembangkan daya berpikir si anak, apalagi di dalamnya penuh mengandung pesan yang baik soal kejujuran, pantang menyerah, hormat kepada orang dan lain-lain yang selalu bersifat positif,” ujar Renny.

(Sumber: Kompas.Com)

Pada hari Jumat, 20 Maret 2009 TK ECM mengunjungi bandara kebanggaan kota Batam Hang Nadim. Pada kesempatan ini anak-anak diajak untuk melihat-lihat bagian-bagian umum dari bandara, mulai dari lobby check-in, ruang tunggu, sampai ke lapangan terbang.

Di Lapangan Terbang Bandara Hang Nadim

Dari kunjungan ini diharapkan anak-anak memperoleh wawasan
yang lebih luas mengenai bagian-bagian dan fasilitas-fasilitas umum di bandara.

(foto-foto dapat dilihat di halaman GaleriFoto)

Brosur ECM t.a. 2009-2010testimony on ECM

Halaman Berikutnya »