Tanggal 28 Februari 2009 sekolah ECM mengirim beberapa murid untuk mengikuti lomba Porseni TK Gugus 5 Kecamata Batam Kota, yang diadakan di Sekolah Harapan Utama Batam Center. Kegiatan ini diselenggarakan untuk melatih jiwa sportifitas, seni, dan kreatifitas anak-anak sejak dini, dan diikuti oleh seluruh TK di bawah naungan kecamatan Batam Kota, antara lain TK Educate Center Mas, Rabbani, Harapan Utama, Yos Sudarso, Cookies, Global, dll.

Pada kesempatan ini, sekolah ECM mencatat prestasi yang cukup membanggakan karena walaupun baru pertama kali mengikuti, sekolah ECM berhasil meraih 4 juara dari 6 perlombaan yang diikuti, yaitu juara 1 untuk lomba senam putri, juara 2 untuk lomba senam putra, juara 2 untuk lomba paduan suara, dan juara 3 untuk lomba kreatifitas. Sedangkan untuk 2 lomba lainnya, yaitu lomba fashion show dan lomba tari, anak-anak belum dapat mempersembahkan kemenangan kepada sekolah ECM. Tetapi walaupun belum semua kemenangan dapat diraih, semangat dan kebersamaan anak-anak yang mewakili sekolah ECM ini tetap harus diberi acungan jempol!

(Foto-foto mengenai Lomba Porseni TK Gugus 5 ini dapat dilihat di halaman GaleriFoto)

Bu Polwan sedang menjelaskan

Ternyata Bapak dan Ibu Polisi itu nggak selalu galak dan menakutkan ya? Mereka juga ramah dan mencintai anak-anak lho! Itulah salah satu kesan yang didapat dari kunjungan anak-anak sekolah ECM ke kantor Poltabes Barelang , Batam, tanggal 14 Februari 2009. Kebetulan pada saat yang bersamaan datang berkunjung pula anak-anak sekolah beberapa TK lain, sehingga suasana di salah satu ruang di kantor Poltabes Barelang jadi cukup meriah dengan banyaknya anak-anak PG & TK berkumpul di sana.

Pada kesempatan dikunjungi ini, bapak dan ibu polisi menjelaskan mengenai peraturan lalu lintas dan arti dari macam-macam rambu lalu lintas kepada anak-anak yang menyimak dengan penuh perhatian. Sesekali bapak dan ibu polisi mengajukan pertanyaan kepada anak-anak dan yang bisa menjawab dengan cepat dan benar mendapat hadiah. Ini membuat anak-anak semakin bersemangat mendengarkan penjelasan bapak dan ibu polisi.

Akhirnya acara kunjungan ke kantor Poltabes Barelang ini diakhiri dengan tukar-menukar kenang-kenangan dari sekolah ECM untuk kantor Poltabes Barelang dan sebaliknya.

(Foto-foto dapat dilihat di halaman GaleriFoto)

parentsnchildren

Mempunyai anak adalah mudah (MESKI SEBAGIAN ADA YANG SULIT JUGA, Red.) , tetapi menjadi orangtua yang baik adalah sulit sekali. Tugas orangtua yang terpenting adalah bagaimana mendidik anak menjadi manusia yang berkarakter baik. Berikut ini ada 10 tips untuk membantu anak menumbuhkembangkan karakter yang baik:

1. Letakan tugas dan kewajiban orang tua sebagai agenda nomor satu. Hal ini adalah sulit pada jaman moderen yang penuh dengan persaingan. Orang tua yang baik akan secara sadar merencanakan dan memberikan waktu yang cukup untuk tugas keayah-bundaan (parenting). Mereka meletakan agenda “pendidikan karakter/moral” anak pada prioritas tertinggi.

2. Evaluasi bagaimana anda menghabiskan jam-jam dan hari-hari dalam satu minggu. Pikirkan jumlah waktu anda bersama anak-anak anda. Rencanakan bagaimana anda dapat mengikut-sertakan mereka dalam kehidupan sosial anda, dan leburkan diri anda kedalam kehidupan mereka.

3. Jadikan diri anda contoh yang baik. Ingat, manusia belajar melalui contoh yang ada di sekitar mereka. Anda tidak bisa menghindar dari kenyataan bahwa anda sedang menjadi tokoh model yang sedang ditiru oleh anak-anak anda, entah itu perilaku baik ataupun buruk. Menjadi contoh yang baik, adalah pekerjaan yang terpenting yang harus anda lakukan.

4. Jadilah telinga dan mata untuk apa yang sedang mereka serap. Anak-anak ibaratnya sponges kering yang cepat menyerap air. Kebanyakan yang mereka ambil adalah berkaitan dengan nilai-nilai moral dan karakter. Buku-buku, lagu, TV, dan film secara terus-menerus memberikan pesan – entah itu yang bermoral maupun yang tidak- kepada anak-anak kita. Sebagai orang tua kita harus mengawasi semua ide atau pesan-pesan yang sedang mempengaruhi mereka.

5. Gunakan bahasa karakter. Anak-anak sulit mengembangkan pedoman moral kecuali orang tua menggunakan bahasa yang jelas dan lugas mengenai bahasa/tingkah laku baik dan buruk. Selalu terangkan kepada mereka mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.

6. Berikan hukuman dengan kasih sayang. Sekarang kata “hukuman” mempunyai reputasi buruk, sehingga banyak orang tua yang memanjakan anak dan mempunyai anak yang sulit diatur. Anak-anak memerlukan batas atau rambu-rambu. Kadang-kadang mereka melanggar batas. Hukuman yang mendidik adalah salah satu cara manusia untuk belajar. Anak-anak harus mengerti fungsi hukuman dan menyadari sumbernya bahwa hukuman adalah berasal dari cinta kasih orang tua. Namun hukuman tidak boleh diberikan secara berlebihan.

7. Belajar untuk mendengarkan anak anda. Adalah hal yang mudah untuk berkomunikasi dengan anak-anak. Salah satu hal yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah berbicara dengan mereka secara serius, bahwa apa yang dikatakannya penting dan menarik bagi anda. Selalu beri waktu anda untuk mendengarkan mereka.

8. Terlibat dengan kehidupan sekolah mereka. Sekolah adalah bagian kehidupan penting bagi anak –anak. Pengalaman mereka di sekolah adalah seperti “sekarung” kesenangan, kesedihan, kemenangan, dan kekecewaan. Bisa tidaknya mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah tersebut, akan berpengaruh besar terhadap bagaimana mereka mampu menjalankan hidupnya kelak. Membantu mereka untuk menjadi murid yang baik adalah juga membantu mereka menumbuhkan karakter yang kokoh.

9. Selalu adakan makan bersama. Sesibuk-sibuknya orang tua, sebaiknya selalu meluangkan waktu untuk makan bersama seluruh keluarga. Makan bersama adalah wahana yang baik untuk berkomunikasi, menanamkan nilai, dan moral yang baik. Tahukah anda bahwa di meja makanlah tanpa sadar anak menyerap peraturan-peraturan dan perilaku yang selayaknya dimiliki oleh manusia. Oleh karena itu pada waktu makan malam orang tua perlu mengomunikasikan segala hal yang baik untuk bekal hidup mereka.

10. Jangan mendidik karakter hanya dengan kata-kata saja. Kita mendapatkan akhlak baik melalui praktek atau kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua harus membantu anak untuk menumbuhkan perilaku moral yang baik melalui disiplin diri, kebiasaan baik, hormat dan santun, dan membantu orang lain. Fondasi dari pengembangan karakter adalah perilaku- yaitu bagaimana mendorong mereka untuk berperilaku baik.

(Disadur dari Kevin Ryan, Professsor of Education) – http://www.ihf-org.tripod.com

(Artikel berikut dikopi dari Kompas.com. Semoga bermanfaat!)

momgirlSeperti halnya orang dewasa, emosi anak-anak bisa naik dan turun. Bahkan menurut para ahli, sejak usia 8 minggu bayi sudah bisa menunjukkan perbedaan emosinya. “Dengan mengajarkan anak bagaimana mengelola emosinya, Anda telah membekalinya skill yang penting dalam hidup,” kata Victoria Manion Fleming, seorang psikolog pendidikan.

Saat emosi si kecil sedang tidak stabil, Anda dapat membantunya tetap merasa nyaman dengan cara-cara berikut:

Menaklukkan marah
Anda mungkin ingat bagaimana rasanya saat marah; darah rasanya mendidih, jantung berdebar, dan ingin rasanya meneriakkan apa yang dirasakan. Hal yang sama juga dialami si kecil saat ia marah, bedanya kemarahan anak-anak biasanya disertai tangisan, teriakan, bahkan bisa membuatnya sesak napas.

Untuk meredakan amarahnya, genggam tangannya dan mintalah ia menarik napas panjang. Setelah ia tenang, ajak si kecil mengungkapkan perasaannya lewat kalimat-kalimat sederhana. Misalnya, “Kakak marah karena mainan kakak dirusak adik.” Hindari merespons kemarahan anak dengan teriakan dan omelan karena hal itu akan membuatnya tambah frustasi.

Sedih
Rasa kehilangan dan kecewa bisa membuat si kecil murung dan sedih. Biarkan si kecil mengekspresikan perasaannya dan hindari kata-kata yang menyudutkannya, seperti “Begitu saja kok sedih.” Hibur si kecil dengan mengajaknya makan ice cream, misalnya, sambil memintanya bercerita apa yang membuatnya sedih.

Cemburu
Menginginkan barang milik orang lain, entah mainan, nilai rapor yang bagus, atau suara yang merdu, adalah hal yang normal. Begitu pun dengan anak-anak yang belum begitu mengerti mengapa mereka sangat ingin sesuatu yang dilihatnya tapi tak bisa dimiliki.

Ajari si kecil bahwa setiap orang unik dan berbeda, lalu ungkapkan juga bahwa Anda tetap merasa bangga dengan apa yang dimilikinya. Berikan penjelasan rasional yang mudah dicerna anak-anak. Misalnya, “Kamu belum boleh naik sepeda karena masih terlalu kecil.”

Takut
Rasa takut yang dialami anak-anak adalah hal yang wajar. Anak-anak umumnya takut pada kegelapan, binatang tertentu, orang asing, atau monster. Orangtua tidak perlu bersikap overprotective bila anak merasa takut, namun hindari juga sikap meremehkan.

Sebaiknya cari tahu apa yang menjadi pencetus ketakutannya. Setelah itu, singkirkan jauh-jauh ketakutan anak dengan menceritakan kenyataan yang sebenarnya. Misalnya, bila ia takut anjing, katakan anjing tidak akan menggigit bila tidak diganggu. Kemudian secara perlahan kenalkan anak dengan anjing.


anak-sekolahBagaimana sih sebetulnya yang dimaksud dengan anak cerdas? Tentu jawabannya beragam. Yang jelas, kecerdasan meliputi banyak aspek, dari bahasa hingga emosi. Lantas, bagaimana cara mengembangkan kecerdasan dan kreativitas anak? Untuk mengukur tingkat kecerdasan anak, bisa dengan melakukan tes IQ. Namun, IQ bukanlah segala-galanya. Kecerdasan anak bisa dioptimalkan melalui beberapa hal, antara lain:

1. Pengembangan bahasa.
Yang terpenting, sering-seringlah mengajak berdialog, bahkan saat anak masih bayi. Lalu, jika anak sudah mulai masuk TK, beri ia kesempatan untuk mengemukakan pendapat. “Pancing dengan pertanyaan, apakah ia senang di sekolah, bukan menanyakan dapat nilai berapa,” jelasnya.

2. Kemampuan dasar matematika.
Dapat dikembangkan dengan mengenalkan konsep matematika sederhana. Misalnya, menghitung jumlah anak tangga atau tinggi dan berat badan anak.

3. Kebutuhan ilmiah.
Tak ada salahnya mengajak anak mengamati pertumbuhan kecambah, proses telur yang menetas, memperhatikan pesawat udara tinggal landas, dan sebagainya.

4. Suka mempelajari sesuatu yang baru.
Orang tua bisa memberi rangsangan dengan bermain logico. Permainan ini juga bisa memicu interaksi antara anak dan orang tua. Nah, jika Anda sebagai orang tua bisa memberi dorongan dan motivasi, jangan heran jika anak ‘ngotot’ menghabiskan waktu berjam-jam bermain dan belajar bersama Anda. Waktu masih kecil, semua pertanyaan Steven Spielberg selalu dilayani oleh orang tuanya. Dan cara ini ternyata berhasil mencetak seorang sutradara film handal.

(sumber: Kompas.com, dengan perubahan pada judul)

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »