(Posting berikut ini adalah artikel yang diambil dari tabloid Nova No. 1039/XX dengan judul yang sama, tapi telah diringkas dan diedit tanpa mengubah intisari dari artikel tersebut. Semoga bermanfaat bagi kita para orangtua)

Memiliki anak yang punya kedisiplinan tinggi memang cita-cita semua orangtua. Namun adakalanya orangtua kesulitan “menjinakkan” mereka. Agar buah hati Anda mau mematuhi segala aturan yang ada di rumah, ada 18 trik yang dapat diikuti. Namum patut diingat bahwa mengajarkan kedisiplinan tak hanya mengoreksi tingkah laku anak-anak saja, tapi juga mengajarkan cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli pada lingkungannya, sehingga mereka tumbuh menjadi orang yang berhasil.

1. TEGAS
Jika Anda melarang anak untuk tidak melakukan sesuatu, katakan dengan tegas dan pasti namun tidak kasar, agar Anak tahu bahwa peraturan yang Anda katakan itu memang benar dan bukan lelucon.

2. JANGAN PLIN-PLAN
Jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan sementara pasangan membiarkannya, malahakan membuat anak Anda bingung. Akibatnya dia bisa-bisa mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi buatlah kesepakatan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.

3. KOMPROMI
Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali berkompromi dan mengertilah akan diri mereka. Tindakan ini akan membuat anak Anda lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya.

4. BERI BIMBINGAN
Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari di ruang keluarga, katakan saja : “Maukan kamu berhenti ‘bermain’ buku? Baca saja di kamarmu, ya?”. Jika dia tak peduli, dengan cara lembut namun tegas Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan padanya bahwa dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.

5. BERI PERINGATAN
JIka anak tahu aturan yang Anda buat, Anda hanya perlu bertanya saat dia melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan, karena ada konsekuensi yang harus diterimanya segera.

6. BERI ALASAN
JIka Anda melarang anak Anda untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan kepadanya kenapa dia tidak boleh melakukan itu.

7. JANGAN TUNDA HUKUMAN
JIka ingin menghukum, berikan segera setelah Anda tahu anak Anda tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda hukuman, sebab anak-anak tak akan mau menerima hukuman beruntun atau malah akan mengulangi kesalahan. Beri hukuman yang mendidik, dan jangan memperpanjang masa hukuman. Setelah anak selesai menjalani hukumannya, kembalilah pada kegiatan masing-masing dan jangan mengungkit-ungkit lagi kesalahannya serta yakinkan agar dia jera.

8. TETAP TENANG
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi tanpa henti sama saja dengan melakukan kekerasan verbal pada anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak. Akibatnya dia jadi tidak pede di hadapan orangtuanya.

9. PANDANG MATANYA
Menunduklah saat berbicara pada si kecil. terutama saar memberi kritikan. Tekuklah lutut atau ambil posisi duduk, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.

10. JANGAN CERAMAH
Ajaklah si kecil ngobrol dan diskusi daripada diceramahi panjang lebar. Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.

11. TUNJUKKAN SIKAP POSITIF
Terlalu banyak waktu terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk si kecil. Anda juga perlu memberikan pujian atas sikap positifnya.

12. BERMAIN BERSAMA
Jika sempat tidak ada salahnya Anda ikut bermain dengannya. Buatlah perlombaan yang mengasah ketangkasan dan kecepatan-tanggap si kecil.

13. HINDARI RASA JENGKEL
Belajarlah memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya perasaan ini dialami anak-anak saat dia sedang lelah, lapar, sakit, atau saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tak nyaman, untuk menhindari atau mengurangi kejengkelannya.

14. JANGAN MENAMPAR !
Tamparan akan berpengaruh buruk bagi anak Anda. Anak yang pernah ditampar akan merasa lebih menderita daripada perasaan depresi atau tak dihargai sekalipun. Tindakan inipun sekaligus mengajarkan secara tak langsung padanya untuk menyelesaikan segala persoalan dengan kekerasan.

15. JANGAN MENYUAP
Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah pada anak saat Anda melarang atau memintanya mengerjakan sesuatu. Kebiasaan ini bisa membuatnya jadi tak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum “disuap”

16. BERSIKAP DEWASA
Bersenda gurau dengan cara mengigiti atau menarik-narik rambut anak, untuk menunjukkan rasa sayang, adalah salah. Bersikaplah sewajarnya, misalnya menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipinya.

17. HADAPI RENGEKAN
Katakan kepada si kecil agar tidak merengek saat meminta sesuatu. Tegaskan pula, Anda tak akan mengabulkannya jika disampaikan dengan merengek atau menangis.

18. BERI CONTOH BAIK
Jika anak Anda pernah memergoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi jika Anda bertengkar dengan saling menghina dan memukul, dia akan meniru sikap buruk itu.

Dari 18 trik di atas, yang terpenting adalah Anda harus mengerti kondisi anak-anak. Berusaha membuatnya disiplin, tanpa memahami dirinya sama seperti menuang sirup ke dalam botol tertutup, alias percuma dan akan hanya akan memperburuk keadaan. Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang perlu dilakukan. Pada beberapa anak, ada yang bisa berterus terang tentang masalahnya. Namun jika dia tak mau terbuka, sementara Anda tak punya tindakan lain, tetaplah berpikir positif.