Oktober 2008


Hari Sabtu, tanggal 18 Oktober 2008 para orangtua murid sekolah ECM diundang untuk menghadiri acara Halal bi halal dan Rapat Pelaporan Pertanggungjawaban Sekolah. Bertempat di rumah Kepala Sekolah ECM Ibu Patmawati, rapat dan halal bi halal yang dihadiri oleh kurang lebih 30 orangtua murid ini dimulai pada pukul 08.30 dan dipimpin oleh Ibu Patmawati sendiri.

Dalam rapat ini Ibu Patmawati melaporkan dan menjelaskan kegiatan-kegiatan pendidikan yang selama ini sudah dan sedang berlangsung di sekolah ECM, serta menyebutkan pula beberapa program yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Oktober ini dan bulan-bulan yang akan datang. Adapun program-program tersebut merupakan program ekstrakulikuler yang tentunya melibatkan seluruh murid sekolah ECM dalam rangka pengembangan pengetahuan mereka di luar materi sekolah.

Seperti dijelaskan oleh Ibu Patmawati bahwa kegiatan ekstrakulikuler yang telah dilaksanakan sejak dibentuknya Komite Sekolah pada bulan Juli 2008 adalah: Perayaan Hari Kemerdekaan ke-63 RI pada tanggal 16 Agustus 2008, mengikuti Pawai Perayaan Kemerdekaan RI pada tanggal 23 Agustus 2008, dan Kunjungan ke Panti Asuhan pada tanggal 20 September 2008. Pada kesempatan ini Ibu Patmawati menjelaskan pula bahwa pada dasarnya kegiatan ekstrakulikuler harus melibatkan seluruh murid sekolah ECM. Tetapi apabila ada kegiatan tertentu yang tidak memungkinkan melibatkan seluruh murid krn keterbatasan jumlah guru yang mengawasi, maka cukup diwakili beberapa murid untuk membawa nama sekolah. Contohnya adalah kegiatan mengikuti Pawai Perayaan Kemerdekaaan RI yang hanya melibatkan 30-an murid dari total 70-an murid sekolah ECM. Dengan penjelasan ini diharapkan semua orangtua murid mengerti dan maklum, sehingga tidak ada persangkaan dan salah paham yang dibicarakan ‘di belakang’.

Dalam kesempatan ini Ibu Patmawati juga menghimbau agar semua murid selalu hadir pada kegiatan ekstrakulikuler di hari Sabtu kecuali bila sakit ataupun ada keperluan yang sangat penting, sebab hari Sabtu akan diisi dengan kegiatan kesenian seperti menyanyi dan menari, sebagai persiapan untuk acara perpisahan sekolah dan lomba-lomba/panggung perayaan. Adapun kegiatan ekstrakulikuler yang dijadwalkan yang akan datang adalah sebagai berikut :

  • Kunjungan ke RS Budi Kemuliaan (tema: fasilitas kesehatan umum) –> dijadwalkan tgl 25 Oktober 2008 (jika tdk ada halangan)
  • Olahraga Renang bersama –> November 2008
  • Kunjungan ke Kebun Sayur Barelang dan Outbound (tema: berkebun dan rekreasi) –> Desember 2008
  • Naik Bus Kota Batam bersama (tema: sarana transportasi umum darat) –> Januari 2009
  • Kunjungan ke Bandara Hang Nadim (tema: sarana transportasi umum udara) –> Februari 2009
  • Kunjungan ke Poltabes Barelang (tema: profesi) –> Maret 2009
  • Olahraga Renang bersama –> April 2009
  • Kunjungan ke stasiun Batam TV dan Batam Pos (tema: telekomunikasi dan informasi) –> Mei 2009
  • Kunjungan ke Gedung Kebudayaan (tema: tanah airku) –> Juni 2009

Selain itu Ibu Patmawati juga menyinggung mengenai tabungan anak-anak di sekolah, bahwa pada dasarnya tabungan tersebut akan menguntungkan para orangtua murid sendiri, sebagai persiapan/tambahan biaya yang dibutuhkan untuk kelulusan murid nanti. Setelah penjelasan yang cukup informatif dari Ibu Patmawati, rapat dilanjutkan dengan laporan keuangan kas Komite Sekolah oleh Ibu Dina Sari. Selepas laporan keuangan ini, ada pertanyaan-pertanyaan dan masukan-masukan yang diajukan oleh beberapa orangtua murid mengenai penggunaan dana kas Komite Sekolah ini, yang dijawab/dipecahkan dengan diskusi bersama antara pengurus sekolah dan para orangtua murid yang hadir, sehingga akhirnya ditemukan kata sepakat. Salah satunya disepakati laporan penggunaan dana KS ini akan diterbitkan setiap 3 bulan sekali.

Akhirnya, sekitar pukul 10.30 acara ditutup dengan halal bi halal diiringi ucapan Mohon Maaf Lahir dan Batin dari para pengurus sekolah yang diwakili oleh Ibu Patmawati mengingat masih dalam suasana lebaran, dan semua yang hadir saling bersalaman dan bermaafan.

Iklan

(Artikel berikut ini dikopi dari Kompas.com edisi Jumat, 17 Oktober 2008 dengan judul yang sama, yang bersumber dari tabloid Nova. Semoga bermanfaat bagi kita para orangtua)

Bayi yang baru lahir bagaikan kain yang mulus dan bersih. Ibarat sebuah kanvas putih, Anda memegang piring berisi penuh cat beraneka warna dan kemudian mulai berpikir, bagaimana harus mulai melukis dan memilih warna sehingga menghasilkan sebuah karya seni yang indah. Nah, agar kanvas putih bersih tadi bisa menjadi lukisan yang indah, ada banyak hal yang sebaiknya kita lakukan.

1. Selalu memberi contoh yang baik
Sejak lahir, anak sudah memerhatikan dan menanti untuk belajar. Setiap gerakan, suara, dan sentuhan, menjadi bagian dari pengalaman hidupnya. Tidak pernah ada kata terlambat untuk memberinya pelajaran agar perilakunya yang tak baik bisa diubah. Hanya perlu diingat, akan lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengubah perilakunya setelah sekali dipelajarinya. Jadi, beri selalu contoh yang baik.

2. Bayi membutuhkan banyak perhatian dan cinta kasih
Memberi perhatian hanya ketika bayi menangis akan membuat tangisnya lebih keras. Dengan kata lain, lewatkan waktu sebanyak-banyaknya dengan si kecil dengan menggendongnya, menyanyikan lagu, bermain bersama, dan sebagainya. Perbanyaklah perilaku yang positif dan hilangkan yang negatif. Jika bayi bangun dari tidur dan Anda mendengar dia bergerak, pindahkan sebelum dia mulai menangis.

Jika menunggu sampai dia menangis, pasti dia akan menangis lebih keras dan lebih cepat di lain kesempatan. Jika dia telah mulai menangis, tunggu di luar pintu sejenak sampai dia agak tenang, baru masuk. Dengan demikian, bayi akan merasa dan belajar, Anda hanya akan masuk pada saat keadaan tenang.

3. Reaksi orang tua atas perilaku anak
Pernah, kan, Anda melihat di taman bermain tiba-tiba seorang anak melemparkan pasir ke temannya dan mengenai mata si teman? Atau si kecil memukul, menendang temannya? Nah, reaksi pertama dari kebanyakan orangtua adalah menekuk muka, kaget, lari secepatnya untuk memeluk anaknya, melindunginya dari bahaya.

Dari gambaran ini terlihat, reaksi orangtua berbeda-beda. Pernahkah Anda perhatikan, sebetulnya anak tidak menangis ketika dinakali temannya dan baru meledak tangisnya ketika dia melihat muka ibunya? Jika Anda dapat bersikap tenang, maka anak pun akan tetap menjadi tenang.

4. Hentikan Teriakan
Terkadang, anak berteriak, entah karena bertengkar atau menginginkan sesuatu lalu memanggil Anda dengan suara lantang. Tak ada salahnya satu saat, ketika ia berteriak lagi, datangi anak lalu berlutut di hadapannya.

Tatap matanya lalu katakan, “Kuping Mama sakit mendengar teriakanmu. Mama juga tak mengerti apa yang ingin kamu katakan kalau kamu bicara sekeras itu. Coba, deh, omong biasa dengan suara yang manis, pasti Mama bisa dengar dan mengerti keinginanmu.” Setelah itu, tinggalkan anak. Nah, ketika si kecil sadar bahwa ia tidak diperhatikan atau dipenuhi keinginannya, ia akan berhenti berteriak.

5. Alihkan Perhatian
Jangan melihat sebagai sebuah hukuman jika Anda membawa si kecil ke kamarnya untuk sesaat ketika ia mengamuk. Mengalihkan sesaat perhatiannya adalah hal yang baik untuk mengubah perilaku negatif anak. Ketika ia rewel di restoran, misalnya, bawa anak keluar sejenak. Hal ini dapat Anda lakukan hingga anak berusia 2 tahun. Cari tempat yang tak ramai agar anak tenang. Jelaskan padanya, Anda tak menyukai perilakunya dan katakan apa yang Anda inginkan darinya.

6. Pentingnya Tidur Siang
Anak balita sangat memerlukan waktu untuk tidur dan setiap perubahan dari rutinitasnya akan mengakibatkan perilaku yang tidak diharapkan. Buatlah jadwal berbelanja, ke mal, mengunjungi teman, pada jam-jam yang sesuai dengan anak. Ingat, jika Anda mengubah jadwal, Anda dan si kecil akan menderita. Dia rewel karena ngantuk, Anda pun tak bisa leluasa berbelanja.

7. Puji Perilaku Positif
Jangan hanya mudah menghukum anak, tapi sirami ia dengan pujian pula jika menunjukkan tingkah laku yang baik. Dengan cara ini, anak akan terdorong untuk selalu berperilaku baik karena pujian dirasakannya sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membuatnya merasa diperhati-kan. Ingat, perhatian sangat berarti. Sekecil apa pun anak Anda.

8. Aturan Mudah & Konsisten
Anak-anak dapat mulai belajar mengenal peraturan seperti mengembalikan mainan pada tempatnya sehabis bermain, berbicara dengan sopan dan pelan di meja makan, sejak usia yang sangat dini. Coba buat aturan (yang tidak terlalu ketat) jika memungkinkan dan tetaplah konsisten. Misalnya, jangan izinkan dia mengambil mainan lain dari boks mainan sebelum dia mengambil mainan yang ada di lantai.

9. Santai
Nikmati waktu saat ini dan nikmati pengalaman menjadi orangtua. Pahami pula, Anda kerap harus terantuk sebelum menemukan jalan dan cara terbaik untuk mendidik anak. Anda pun harus merasa beruntung karena di zaman yang serba modern ini, bisa mendapatkan pengetahuan dari mana saja. Beda dengan orangtua kita zaman dulu yang sukses menjadi orang tua yang baik tanpa panduan dari buku, psikolog anak, dan lainnya.

(Artikel berikut ini dikopi dari kompas.com edisi selasa, 21 Oktober 2008 yang sumbernya berasal dari Tabloid Nova. Semoga bermanfaat)

Anak perlu diajarkan sopan santun. Semua orang tua pasti sepakat dengan ini. Bagaimana caranya?

Jadikan diri anda sebagai model sopan santun bagi anak

Jadikan diri anda sebagai model sopan santun bagi anak

1. Jadikan diri Anda sebagai model.
Masa anak-anak merupakan masa imitasi. Setiap perilaku orangtua ditiru anak. Bila Anda berbicara dengan mulut penuh makanan, besar kemungkinan anak Anda juga melakukan hal yang sama.

2. Sampaikan apa yang Anda inginkan dari anak.
Misalnya, dalam perjalanan ke rumah nenek jelaskan, “Kalau nanti ada makanan yang tidak kamu sukai, Ibu harap kamu tidak mengambilnya.”

3. Beri pujian.
Bila anak telah bersikap sopan, tak ada salahnya memberi pujian. Misalnya jika anak mengucapkan terima kasih pada temannya yang sudah meminjamkan buku, katakan, “Wah, anak ibu yang satu ini memang baik dan sopan.”

4. Jangan paksa anak untuk menjadi sempurna.
Bila Anda berharap terlalu banyak dari anak, bisa-bisa yang terjadi adalah “perang” dengan anak. Lakukan secara bertahap, sesuai perkembangan anak.

5. Jangan mempermalukan anak.
Salah adalah hal biasa. Begitu pula jika anak melakukan kekeliruan yang menurut Anda tidak sopan. Beritahu anak kesalahannya dan katakan apa yang Anda harapkan. Jangan langsung memarahi atau mempermalukannya di depan orang lain.

Hari Sabtu tanggal 20 September 2008, bertepatan dengan tanggal 20 bulan Ramadhan 1429H anak-anak dan guru-guru beserta orang tua murid sekolah ECM mengadakan kunjungan ke panti asuhan Restu Ilahi yang terletak di Kavling Nongsa, Batam. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengenalkan anak-anak didik sekolah ECM akan rasa saling berbagi kebahagiaan dan kasih sayang dengan anak-anak lain yang kurang beruntung, dalam hal ini anak-anak yang telah ditinggalkan oleh kedua orangtua dan dalam keadaan tidak punya. Apalagi di bulan Ramadhan ini semangat ibadah sangat tinggi dan bisa menjadi awal untuk memupuk nilai-nilai teladan bagi anak-anak.

Kunjungan ini diawali dengan keberangkatan anak-anak, para guru, dan beberapa orang tua murid ECM dari halaman sekolah, bersama-sama dengan menggunakan 2 buah mobil minibus sewaan dan beberapa mobil pribadi. Walaupun perjalanan yang ditempuh cukup jauh ke Nongsa, melewati jalan yang berliku-liku dan sempat beberapa kali harus bertanya kepada penduduk setempat dan di bawah terik matahari Batam yang menyengat, akhirnya rombongan sampai juga di tempat tujuan.

Sesampainya di tempat tujuan, rombongan disambut oleh para pengurus panti dan anak-anak panti asuhan dengan penuh keramahan dan sukacita. Lalu acara pun dimulai, dengan diawali oleh perkenalan oleh Kepala Sekolah ECM Ibu Patmawati, yang menjelaskan maksud kedatangan rombongan ECM ke panti asuhan Restu Ilahi. Kemudian setelah acara perkenalan dan ramah tamah dari kedua belah pihak (rombongan ECM dan panti asuhan),anak-anak didik sekolah ECM mempersembahkan hiburan dengan bernyanyi di depan teman-teman mereka dari panti asuhan, dengan penuh semangat dan gembira. Begitu juga anak-anak dari panti asuhan memberikan hiburan dengan menyanyi dan berpuisi untuk teman-teman mereka dari sekolah ECM.

Akhirnya rombongan sekolah ECM harus undur diri mengingat hari sudah menjelang sore. Dan sebelum pulang kembali ke Batam Center, secara simbolik Kepala Sekolah ECM dan perwakilan dari orangtua murid menyerahkan beberapa bingkisan sembako sumbangan dari anak-anak didik ECM kepada pengurus panti, yang disambut dengan penuh syukur dan sukacita. Lalu semuanya berfoto bersama dan acara ditutup dengan saling bersalaman dan berpamitan.

Semoga acara ini dapat menjadi awal bagi anak-anak didik ECM untuk terus memupuk rasa kasih sayang kepada sesama.