Februari 2009


parentsnchildren

Mempunyai anak adalah mudah (MESKI SEBAGIAN ADA YANG SULIT JUGA, Red.) , tetapi menjadi orangtua yang baik adalah sulit sekali. Tugas orangtua yang terpenting adalah bagaimana mendidik anak menjadi manusia yang berkarakter baik. Berikut ini ada 10 tips untuk membantu anak menumbuhkembangkan karakter yang baik:

1. Letakan tugas dan kewajiban orang tua sebagai agenda nomor satu. Hal ini adalah sulit pada jaman moderen yang penuh dengan persaingan. Orang tua yang baik akan secara sadar merencanakan dan memberikan waktu yang cukup untuk tugas keayah-bundaan (parenting). Mereka meletakan agenda “pendidikan karakter/moral” anak pada prioritas tertinggi.

2. Evaluasi bagaimana anda menghabiskan jam-jam dan hari-hari dalam satu minggu. Pikirkan jumlah waktu anda bersama anak-anak anda. Rencanakan bagaimana anda dapat mengikut-sertakan mereka dalam kehidupan sosial anda, dan leburkan diri anda kedalam kehidupan mereka.

3. Jadikan diri anda contoh yang baik. Ingat, manusia belajar melalui contoh yang ada di sekitar mereka. Anda tidak bisa menghindar dari kenyataan bahwa anda sedang menjadi tokoh model yang sedang ditiru oleh anak-anak anda, entah itu perilaku baik ataupun buruk. Menjadi contoh yang baik, adalah pekerjaan yang terpenting yang harus anda lakukan.

4. Jadilah telinga dan mata untuk apa yang sedang mereka serap. Anak-anak ibaratnya sponges kering yang cepat menyerap air. Kebanyakan yang mereka ambil adalah berkaitan dengan nilai-nilai moral dan karakter. Buku-buku, lagu, TV, dan film secara terus-menerus memberikan pesan – entah itu yang bermoral maupun yang tidak- kepada anak-anak kita. Sebagai orang tua kita harus mengawasi semua ide atau pesan-pesan yang sedang mempengaruhi mereka.

5. Gunakan bahasa karakter. Anak-anak sulit mengembangkan pedoman moral kecuali orang tua menggunakan bahasa yang jelas dan lugas mengenai bahasa/tingkah laku baik dan buruk. Selalu terangkan kepada mereka mana yang boleh dan mana yang tidak boleh.

6. Berikan hukuman dengan kasih sayang. Sekarang kata “hukuman” mempunyai reputasi buruk, sehingga banyak orang tua yang memanjakan anak dan mempunyai anak yang sulit diatur. Anak-anak memerlukan batas atau rambu-rambu. Kadang-kadang mereka melanggar batas. Hukuman yang mendidik adalah salah satu cara manusia untuk belajar. Anak-anak harus mengerti fungsi hukuman dan menyadari sumbernya bahwa hukuman adalah berasal dari cinta kasih orang tua. Namun hukuman tidak boleh diberikan secara berlebihan.

7. Belajar untuk mendengarkan anak anda. Adalah hal yang mudah untuk berkomunikasi dengan anak-anak. Salah satu hal yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah berbicara dengan mereka secara serius, bahwa apa yang dikatakannya penting dan menarik bagi anda. Selalu beri waktu anda untuk mendengarkan mereka.

8. Terlibat dengan kehidupan sekolah mereka. Sekolah adalah bagian kehidupan penting bagi anak –anak. Pengalaman mereka di sekolah adalah seperti “sekarung” kesenangan, kesedihan, kemenangan, dan kekecewaan. Bisa tidaknya mereka menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah tersebut, akan berpengaruh besar terhadap bagaimana mereka mampu menjalankan hidupnya kelak. Membantu mereka untuk menjadi murid yang baik adalah juga membantu mereka menumbuhkan karakter yang kokoh.

9. Selalu adakan makan bersama. Sesibuk-sibuknya orang tua, sebaiknya selalu meluangkan waktu untuk makan bersama seluruh keluarga. Makan bersama adalah wahana yang baik untuk berkomunikasi, menanamkan nilai, dan moral yang baik. Tahukah anda bahwa di meja makanlah tanpa sadar anak menyerap peraturan-peraturan dan perilaku yang selayaknya dimiliki oleh manusia. Oleh karena itu pada waktu makan malam orang tua perlu mengomunikasikan segala hal yang baik untuk bekal hidup mereka.

10. Jangan mendidik karakter hanya dengan kata-kata saja. Kita mendapatkan akhlak baik melalui praktek atau kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua harus membantu anak untuk menumbuhkan perilaku moral yang baik melalui disiplin diri, kebiasaan baik, hormat dan santun, dan membantu orang lain. Fondasi dari pengembangan karakter adalah perilaku- yaitu bagaimana mendorong mereka untuk berperilaku baik.

(Disadur dari Kevin Ryan, Professsor of Education) – http://www.ihf-org.tripod.com

Iklan

(Artikel berikut dikopi dari Kompas.com. Semoga bermanfaat!)

momgirlSeperti halnya orang dewasa, emosi anak-anak bisa naik dan turun. Bahkan menurut para ahli, sejak usia 8 minggu bayi sudah bisa menunjukkan perbedaan emosinya. “Dengan mengajarkan anak bagaimana mengelola emosinya, Anda telah membekalinya skill yang penting dalam hidup,” kata Victoria Manion Fleming, seorang psikolog pendidikan.

Saat emosi si kecil sedang tidak stabil, Anda dapat membantunya tetap merasa nyaman dengan cara-cara berikut:

Menaklukkan marah
Anda mungkin ingat bagaimana rasanya saat marah; darah rasanya mendidih, jantung berdebar, dan ingin rasanya meneriakkan apa yang dirasakan. Hal yang sama juga dialami si kecil saat ia marah, bedanya kemarahan anak-anak biasanya disertai tangisan, teriakan, bahkan bisa membuatnya sesak napas.

Untuk meredakan amarahnya, genggam tangannya dan mintalah ia menarik napas panjang. Setelah ia tenang, ajak si kecil mengungkapkan perasaannya lewat kalimat-kalimat sederhana. Misalnya, “Kakak marah karena mainan kakak dirusak adik.” Hindari merespons kemarahan anak dengan teriakan dan omelan karena hal itu akan membuatnya tambah frustasi.

Sedih
Rasa kehilangan dan kecewa bisa membuat si kecil murung dan sedih. Biarkan si kecil mengekspresikan perasaannya dan hindari kata-kata yang menyudutkannya, seperti “Begitu saja kok sedih.” Hibur si kecil dengan mengajaknya makan ice cream, misalnya, sambil memintanya bercerita apa yang membuatnya sedih.

Cemburu
Menginginkan barang milik orang lain, entah mainan, nilai rapor yang bagus, atau suara yang merdu, adalah hal yang normal. Begitu pun dengan anak-anak yang belum begitu mengerti mengapa mereka sangat ingin sesuatu yang dilihatnya tapi tak bisa dimiliki.

Ajari si kecil bahwa setiap orang unik dan berbeda, lalu ungkapkan juga bahwa Anda tetap merasa bangga dengan apa yang dimilikinya. Berikan penjelasan rasional yang mudah dicerna anak-anak. Misalnya, “Kamu belum boleh naik sepeda karena masih terlalu kecil.”

Takut
Rasa takut yang dialami anak-anak adalah hal yang wajar. Anak-anak umumnya takut pada kegelapan, binatang tertentu, orang asing, atau monster. Orangtua tidak perlu bersikap overprotective bila anak merasa takut, namun hindari juga sikap meremehkan.

Sebaiknya cari tahu apa yang menjadi pencetus ketakutannya. Setelah itu, singkirkan jauh-jauh ketakutan anak dengan menceritakan kenyataan yang sebenarnya. Misalnya, bila ia takut anjing, katakan anjing tidak akan menggigit bila tidak diganggu. Kemudian secara perlahan kenalkan anak dengan anjing.


anak-sekolahBagaimana sih sebetulnya yang dimaksud dengan anak cerdas? Tentu jawabannya beragam. Yang jelas, kecerdasan meliputi banyak aspek, dari bahasa hingga emosi. Lantas, bagaimana cara mengembangkan kecerdasan dan kreativitas anak? Untuk mengukur tingkat kecerdasan anak, bisa dengan melakukan tes IQ. Namun, IQ bukanlah segala-galanya. Kecerdasan anak bisa dioptimalkan melalui beberapa hal, antara lain:

1. Pengembangan bahasa.
Yang terpenting, sering-seringlah mengajak berdialog, bahkan saat anak masih bayi. Lalu, jika anak sudah mulai masuk TK, beri ia kesempatan untuk mengemukakan pendapat. “Pancing dengan pertanyaan, apakah ia senang di sekolah, bukan menanyakan dapat nilai berapa,” jelasnya.

2. Kemampuan dasar matematika.
Dapat dikembangkan dengan mengenalkan konsep matematika sederhana. Misalnya, menghitung jumlah anak tangga atau tinggi dan berat badan anak.

3. Kebutuhan ilmiah.
Tak ada salahnya mengajak anak mengamati pertumbuhan kecambah, proses telur yang menetas, memperhatikan pesawat udara tinggal landas, dan sebagainya.

4. Suka mempelajari sesuatu yang baru.
Orang tua bisa memberi rangsangan dengan bermain logico. Permainan ini juga bisa memicu interaksi antara anak dan orang tua. Nah, jika Anda sebagai orang tua bisa memberi dorongan dan motivasi, jangan heran jika anak ‘ngotot’ menghabiskan waktu berjam-jam bermain dan belajar bersama Anda. Waktu masih kecil, semua pertanyaan Steven Spielberg selalu dilayani oleh orang tuanya. Dan cara ini ternyata berhasil mencetak seorang sutradara film handal.

(sumber: Kompas.com, dengan perubahan pada judul)

(Artikel berikut dikopi dari Kompas.com. Semoga bermanfaat)

Mengajari anak tentang uang dan fungsinya sudah bisa dimulai sejak mereka balita. Ajari si kecil bahwa uang harus dipergunakan sebagaimana mestinya agar ia tidak mudah melakukan apa saja terhadap uang. Berikut tips mudah untuk mengenalkan anak terhadap uang.

1. Ke pasar
Belanja ke pasar tradisional akan memberi anak lebih banyak pelajaran dibanding jika Anda membawanya ke supermarket. Di supermarket anak tidak bisa melihat siapa yang jadi penjual, sebaliknya di pasar, di mana anak bisa melihat interaksi ekonomi antara pedagang dan pembeli.

Libatkan si kecil dalam transaksi belanja agar ia bisa berpraktek menjadi konsumen. Misalnya dengan membiarkan si kecil memilih wortel atau mengijinkan ia menyerahkan uang pada si penjual. Beri penjelasan dengan bahasa sederhana dari mana sayuran atau ikan yang dijual didapat, agar ia punya gambaran mengapa Anda membayar sekian rupiah untuk membelinya.

2. Menabung
Apakah si kecil merengek minta diajak ke Dunia Fantasi? Ataukah ia sangat ingin memiliki sepeda mini seperti punya temannya? Ini adalah saat yang tepat untuk mengajari pentingnya menabung. Berikan ia celengan dengan kesepakatan keinginannya akan terkabul bila celengan sudah penuh. Anda juga bisa mengajak seluruh anggota keluarga bersama-sama menabung dalam satu celengan untuk tujuan berlibur bersama, sehingga semua merasa sebagai satu tim dan terpacu untuk menabung.

3. Ikut ke Bank
Melihat transaksi yang dilakukan di bank akan membantu anak memahami makna uang. Jangan lupa untuk melibatkan anak, misalnya membiarkan anak menyerahkan buku tabungan ke kasir bank. Saat anak berusia lima tahun, Anda bisa membuatkan buku tabungan miliknya sendiri. Beri penjelasan yang logis dan positif tentang pentingnya menabung di bank agar ia memiliki kesan positif tentang uang dan bank.

4. Menyumbang
Mengajari anak bahwa sebagian orang yang hidupnya beruntung perlu membantu orang lain yang lebih susah, merupakan bagian penting dalam pelajaran tentang uang. “Keluarga bisa melakukan hal sederhana untuk menanamkan kebiasaan berbagi sejak usia dini,” kata Laura Busque, dari Ohio Credit Union League.

Menyumbang sejumlah uang di rumah ibadah, atau membeli makanan untuk dibawa ke panti asuhan adalah contoh kecil yang bisa Anda lakukan bersama si kecil. Anda juga bisa mengajari anak melakukan kegiatan sosial yang sesuai dengan minat si kecil. Misalnya bila ia pecinta binatang, ajak si kecil ke tempat penampungan hewan dan memberi binatang-binatang di sana makanan.

5. Beri uang saku
Memberi anak uang saku merupakan cara yang tepat agar ia belajar mengelola uang. Anak akan memahami bahwa semua orang memiliki uang terbatas dan uang yang tersisa hari ini bisa digunakan untuk besok. Ia pun akan belajar memilih barang yang akan dibeli sesuai dengan uang yang dimilikinya.

Sebagai generasi penerus bangsa yang akan mewarisi bumi Indonesia ini, anak-anak perlu diperkenalkan sejak dini akan kecintaan terhadap lingkungan hidup. Salah satu hal yang paling mudah untuk diajarkan kepada anak-anak sejak dini adalah kecintaan akan pepohonan dan lingkungan yang tentunya akan sangat bermanfaat di kemudian hari.

Teacher Erni menjelaskan kepada anak-anak tentang penanaman pohon

Teacher Erni menjelaskan kepada anak-anak tentang penanaman pohon

Sehubungan dengan hal itu, maka pada hari Sabtu tanggal 31 Januari 2009 di halaman sekolah ECM dilakukan kegiatan Menanam Pohon di Dalam Pot yang melibatkan seluruh murid dan para guru sekolah ECM. Seluruh murid terlihat sangat asyik menikmati kegiatan ini karena mungkin ini adalah pertama kalinya bagi mereka melakukan penanaman pohon sendiri. Dengan dipandu oleh Teacher Erni, pohon-pohon kecil yang telah disediakan oleh pihak sekolah ditanam ke dalam pot-pot kecil yang dibawa oleh masing-masing murid, sedangkan media tanamnya yang berupa tanah adalah sumbangan dari orang tua murid dan Komite Sekolah.

Diharapkan dari kegiatan semacam ini, di dalam diri anak-anak yang masih sangat belia dan merupakan generasi emas harapan bangsa tumbuh kepedulian yang besar terhadap kondisi lingkungan hidup di sekitar mereka sehingga kerusakan di muka bumi dapat diatasi dan dihindari.

Bis kota adalah salah satu sarana transportasi umum yang ada di kota Batam tercinta ini. Dengan adanya bisa kota yang tarifnya cukup terjangkau masyarakat umum, tidak ada lagi kendala bagi mereka yang ingin bepergian ke suatu tempat di kota Batam ini. Nah… pada tanggal 10 Januari 2009, anak-anak didik sekolah ECM bersama para guru mencoba merasakan asyiknya naik bis kota Batam.

Bersiap menunggu naik bis di halte alun-alun Batam Center

Menunggu naik bis di halte alun-alun Batam Center

Perjalanan naik bis kota dimulai dari menunggu datangnya bis kota di halte dekat alun-alun Batam Center, yang akan membawa anak-anak dan para guru sekolah ECM ke pemberhentian terakhir di Sekupang.

Menikmati perjalanan dalam bis kota

Menikmati perjalanan dalam bis kota

Selain menikmati perjalanan dengan bis kota, anak-anak juga dijelaskan mengenai peraturan-peraturan yang harus dipatuhi bila menaiki bis kota, seperti naik dan turun harus di halte/tempat pemberhentian bis, membayar ongkos bis, dan jangan berdiri di dekat pintu karena berbahaya bagi keselamatan.

Perjalanan diakhiri dengan kembali lagi ke halte Batam Center, dengan bertambah lagi satu pengalaman baru yaitu naik bis kota. Sungguh menyenangkan sekali naik bis kota !